Ketahui 4 Hukum Menghitung Hari Pernikahan Dalam Islam

Hukum Menghitung Hari Pernikahan Dalam Islam

Hukum Menghitung Hari Pernikahan Dalam Islam. Menikah dalam Islam memiliki pahala yang sangat besar bahkan Rasulullah pernah bersabda dalam sebuah hadist yang di riwayatkan oleh Al Baihaqi bahwa menikah adalah langkah untuk menyempurnakan separuh agama.

Jadi setelah kita menikah tugas kita hanya lah tinggal menjaga pernikahan dan juga melengkapi separuh agama lainnya dengan bertaqwa kepada Allah SWT tentunya.

" Jika seseorang menikah maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karena nya bertakwalah kepada Allah SWT pada separuh agama lainnya. ( HR. Al Baihaqi dalam Syu'abul Iman )

Selain menyempurnakan separuh agama menikah dengan sesegera mungkin juga memiliki banyak manfaat di antara nya adalah membuka pintu rejeki, terhindar dari dosa zina dan juga masih banyak manfaat lainnya dengan menikah.

Hukum Menghitung Hari Pernikahan Dalam Islam


Di Indonesia sendiri yang merupakan negara pemerintahan tentu banyak sekali peraturan yang harus di taati oleh warga nya tidak terkecuali soal pernikahan.

Ada prosedur prosedur yang harus di laksanakan jika ingin melangsungkan pernikahan, selain prosedur resmi dari KUA sebagai pihak yang di tugaskan oleh pemerintah biasa nya juga ada aturan tertentu dimasyarakat lainnya seperti yang akan kita bahas kali ini yaitu tentang Hukum Menghitung Hari Pernikahan Dalam Islam.

Berikut ceramah dari Buya Yahya tentang Hukum Menghitung Hari Pernikahan Dalam Islam.

Dari ceramah tersebut bisa disimpulkan beberapa hal berikut.

1. Hari Pernikahan Terbaik Adalah Secepatnya


Pernikahan merupakan jembatan menuju kehidupan rumah tangga yang penuh dengan keberkahan jadi sebaik baik nya hari pernikahan adalah secepatnya karena sesuatu yang baik memang harus dilakukan dengan cepat.

Jangan menunda nunda hari pernikahan karena bisa jadi selama waktu penundaan tersebut bisa saja terjadi hal hal yang tidak di ingin kan karena godaan setan tentunya akan banyak bagi orang orang yang menunda kebaikan.

2. Dilarang Menghitung Hari Pernikahan Karena Takut Terjadi Musibah Ataupun Tidak Datangnya Keberkahan


Dalam beberapa adat di Indonesia biasa nya sebelum melakukan pernikahan di harus kan mendatangi orang pintar atau pun " ahli hikmah " untuk menentukan hari pernikahan yang baik.

Biasanya hal ini di lakukan karena mereka takut jika menikah sembarangan akan banyak musibah yang datang dan keberkahan pernikahan tidak akan menghampiri.

Ini adalah pendapat atau kebiasaan yang salah karena dengan pernikahan justru keberkahan akan muncul sedangkan masalah musibah atau bencana tidak ada sangkut paut nya dengan pernikahan. Karena semua musibah dan bencana sudah tertulis dalam kitab " Lauhul Mahfuz " bahkan sebelum kita lahir.

3. Boleh Menghitung Hari Namun Hari Kesempatan Saja


Dalam ceramah Buya Yahya tersebut di sebutkan bahwa boleh menghitung hari pernikahan namun hari kesempatan saja.

Hari kesempatan adalah hari dimana anda dan keluarga bisa melangsungkan pernikahan tanpa ada acara lain sebagai halangan. Misal nya saja jika kita ingin mengundang seorang Kyai atau Ustadz maka diperbolehkan menghitung hari dimana Ustadz tersebut tidak ada acara dan bisa datang ke pernikahan.

4. Menikah Itu Sebenarnya Mudah Maka Jangan Dipersulit


Menikah dalam Islam itu sebenar nya mudah, syarat nya hanya 5 yaitu Pengantin Pria, Pengantin Wanita, Wali, 2 Orang Saksi dan juga Ijab Qabul. Jika terpenuhi 5 syarat tersebut maka pernikahan bisa dilaksanakan kapan saja.

Namun sebagai warga negara juga kita di tuntut untuk mengurus surat pernikahan di KUA agar pernikahan tersebut sah secara agama dan juga secara negara.

Jadi menikah sebenarnya itu mudah dan yang membuat sulit biasanya adalah adat yang memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Maka dari itu untuk menghindari dosa sebaiknya laksanakanlah pernikahan secepat nya walaupun secara sederhana namun untuk para calon suami juga jangan jadikan hal tersebut sebagai alasan untuk bermalas malasan mencari biaya pernikahan.

Muliakan lah calon istrimu dengan pernikahan yang wajar karena menikah hanya sekali seumur hidup.

Demikianlah artikel tentang Hukum Menghitung Hari Pernikahan Dalam Islam semoga sedikit informasi ini bisa bermanfaat bagi pembaca yang sedang berencana melangsungkan pernikahan. Dan semoga pernikahan anda semua membawa keberkahan dunia dan akhirat.
Baca Juga

Share this